Inilah 9 Tempat Wisata Sejarah di Jogja Paling Disukai Wisatawan

Tentu kita pernah mendapatkan pelajaran sejarah di SD, SMP, atau SMA, yang menerangkan bahwa Ibukota Negara kita pernah berpindah ke Yogyakarta pada tahun 1946 hingga 1949 silam. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara keseluruhan memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai dan memiliki peranan penting dalam pembentukan pemerintahan Republik Indonesia.

Kalau kita sedang di Jogja, atau mau liburan ke Jogja, jangan lewatkan tempat-tempat wisata sejarah berikut ini. Tempat wisata ini aka membuatmu semakin tahun tentang jogja dan semakin tahu sejarah Negara Republik Indonesia tercinta. Ga usah bertele-tele ya, ini dia 8 tempat wisata sejarah di jogja:

1. Masjid Gedhe Kauman, Simbol Kejayaan Islam Mataram

Masjid Kauman Jogja

Masjid Kauman Jogja – Foto via id.wikipedia.org

Masjid Gedhe Kauman Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah Masjid Raya Kesultanan Yogyakarta. Masjid Kauman terletak di Kampung Kauman Yogyakarta, tepat di sebelah barat dari alun-alun utara keraton Jogja.

Masjid Gedhe Kauman ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I bersama Kyai Fatih Ibrahim Diponingrat, seorang penghulu Kraton pertama. Masjid Kauman merupakan simbol Kerajaan Islam Mataram, dan masjid ini merupakan masjid tertua di Indonesia dibangun pada 29 Mei 1773.

2. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg Jogja

Benteng Vredeburg – Foto via jogjapos.com

Benteng Vredeburg merupakan museum perjuangan nasional Indonesia dan kini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi baik itu mengenai seni, kebudayaan, dan tentunya ilmu pengetahuan sejarah.

Benteng Vredeburg terletak tak jauh dari Keraton Kesultanan Yogyakarta, lokasinya terletak di Jalan Ahmad Yani atau lebih dikenal dengan jalan Malioboro, karena lokasinya tepat di ujung jalan Malioboro.

3. Monumen Serangan Umum 1 Maret

Monumen Serangan Umum 1 Maret Jogja

Monumen Serangan Umum 1 Maret – Foto via pegipegi.com

Tidak jauh dari Benteng Vredeburg, terdapat sebuah Monumen Serangan Umum 1 Maret. Posisi monumen ini tepat berada di seberang Kantor Pos Besar Yogyakarta, di sebelah selatan pintu masuk benteng Vredeburd.

Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan umum yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia yang dikomandoi oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Pada saat itu Indonesia sudah dianggap lumpuh oleh Belanda, dan untuk menunjukkan taringnya, TNI melakukan serangan tepat pada tanggal 1 Maret 1949.

4. Makam Imogiri, Makam Para Raja Mataram

Makam Imogiri Jogja

Makam Imogiri Jogja – Foto via wisataterbaru.com

Nah, ini tempat wisata yang pas buat kamu yang suka berziarah, mengingat kematian, dan mendoakan penghuni makam. Makam Imogiri merupakan makam bersejarah yang ada di Yogyakarta, makam Imogiri merupakan komplek pemakaman Raja-raja Mataram dan juga keluarganya.

Makam Imogiri didirikan antara tahun 1632-1640M oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, merupakan Sultan Mataram Ke-3 dan keturunan dari Panembahan Senopati, Raja Mataram Ke-3.

Untuk memasuki kawasan Makam Imogiri tidak sembarangan, kamu harus mengenakan pakaian tradisional Mataram, yaitu untuk laki-laki harus mengenakan pakaian peranakan berupa basekap berwarna hitam atau biru tua bergaris-garis, tanpa memakai keris, atau hanya mengenakan jarit tanpa baju. Untuk wanita harus mengenakan kemben, dan tidak dibolehkan memakai perhiasan.

5. Museum Dharma Wiratama, museumnya TNI AD

Museum TNI AD Dharma Wiratama  Jogja

Museum TNI AD Dharma Wiratama – Foto via lokasimuseum.wordpress.com

Bagi kamu pecinta dunia militer, tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi di Jogja. Pada tahun 1950-1980 gedung ini digunakan sebagai Markas Komando Resirem (Makorem), dan mulai dari tahun 1980 gedung di beralih menjadi Museum Dharma Wiratama Yogyakarta, hinnga sekarang.

Kalau kamu mau tau kehebatan TNI Angkatan Darat, kamu harus mampir kesini, disini terdapat begitu banyak koleksi bersejarah, mulai dari Tank Stuart MK I dan II buatan Amerika, hingga samurai, golok, pistol ada di museum ini. Museum Dharga Wiratama terletak di Jalan Jend. Sudirman No. 75 Yogyakarta.

6. Istana Negara, Gedung Agung Yogyakarta

Istana Presiden Jogja

Istana Presiden – Foto via yogyakarta-istimewa.blogspot.com

Istana Negara Jogja dikenal dengan nama gedung Agung. Lokasinya berada di Jalan Ahmad Yani/Malioboro Jogja, tepat di seberang benteng Vredeburg.

Gedung utama komplek istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 dan di prakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18 (1823-1825) yang menghendaki adanya “istana” yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A Payen.

Gedung Agung juga masih ada kaitannya dengan perpindahan Ibukota NKRI pada 6 Januari 1946. Istana ini berubah menjadi istana kepresidenan.

7. Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta

Museum Batik Jogja

Museum Batik Jogja – Foto via navigasi-budaya.jogjaprov.go.id

Museum Batik Yogyakarta adalah museum batik pertama di Jogja. Pada tahun 2001 museum ini memperoleh penghargaan dari MURI sebagai pemrakarsa berdiriya Museum Sulaman pertama di Indonesia.

Museum ini menyimpan sebanyak 1.259 koleksi, terdiri dari kain batik, peralatan membatik seperti canting tulis, canting cat, bahan warna tradisional, malam batik dan juga parafin. Koleksi tertua di museum ini buatan tahun 1840 dan sudah berusia 176 tahun.

Museum ini diresmikan pada 12 Mei 1977 oleh Kanwil P&K Daerah Istimewa Yogyakarta. Batik sudah menjadi pakaian nasional ya, jadi rugi deh kalo kamu tidak menyempatkan diri buat berkunjung ke sini. Lokasinya terletak di jalan Dr. Sutomo Yogyakarta.

8. Kotagede, kawasan bersejarah di Yogyakarta

Penamapakan di salah satu sudut Kotagede Yogjakarta

Penamapakan di salah satu sudut Kotagede – Foto via wikiwand.com

Kotagede adalah nama sebuah kampung paling timur di Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul. Kotagede menyimpan banyak sejarah terutama kisah lahirnya kerajaan Islam Mataram.

Dinamai Kotagede karena dahulu kawasan ini merupakan desa kecil yang berubah menjadi hutan karena ditinggalkan oleh masyarakatnya.

Kemudian kawasan ini dibangun oleh Ki Gede Pemanahan atas hadiah yang diberikan oleh Sultan Hadiwijaya kepadanya. Seiring berjalannya waktu kawasan ini semakin ramai hingga disebutlah sebagai Kotagede atau Kota Besar.

Mengunjungi kampung ini kamu akan disuguhi bangunan-bangunan kuno berusia ratusan tahun, yang akan membuatmu berada pada suasana tempo dulu, serta menikmati kebudayaan mataram pada abad ke 16 Masehi. Kamu juga dapat membeli oleh-oleh kerajinan perak dan batik. Kotagede ini pusatnya pengrajin perak dan batik di Yogyakarta.

9. Monumen Jogja Kembali (Monjali)

Monumen Jogja Kembali

Monjali- Foto via sketsabudaya.blogspot.com

Monumen Jogja Kembali atau biasa disebut Monjali merupakan salah satu monumen bersejarah di Jogja. Monumen ini dibangun untuk mengenang tanda jasa TNI yang sukses merebut kembali Yogyakarta atas penjajahan Belanda.

Monumen ini mulai dibangun pada 29 Juni 1985 dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.

Kalau kamu ke Monjali pada malam hari, kamu akan mendapati lampion-lampion apik dengan berbagai bentuk. Suasana apik dan romantis akan membuatmu semakin cinta jogja. Lokasi Monjali terletak di sinduadi, sleman, tepatnya di jalan Ring Road Utara.

Jogja selalu penuh dengan pesona kan? Bisa dibilang juga Jogja penuh dengan wisata sejarah. 9 tempat wisata sejarah yang kami paparkan di sini adalah sebagian tempat saja yang ada di Jogja. Masih banyak lagi tempat wisata sejarah yang bisa kamu kunjungi. Jogja akan menyambutmu dengan keramahan dan melepasmu dengan kenangan yang akan membuatmu semakin mencintai Jogja.

Reply